Rencana Kenaikan BBM Subsidi.
Semarang- Pertumbuhan ekonomi Jateng diperkirakan bakal mengalami sedikit tekanan menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada 1 April nanti. Kendati demikian, pemprov meminta hal ini tidak dipolitisasi dan dimanfaatkan sebagai potensi konflik termasuk upaya penimbunan BBM yang dilakukan oleh spekulan hingga membuat masyarakat panic buying.
”Harus ditanggapi jernih dan penuh perhitungan karena jika tidak naik beban negara untuk subsidi juga semakin berat. Jangan terprovokasi apalagi sampai menimbun BBM, itu kejahatan,” tegas Bibit dalam rapat koordinasi dampak rencana kenaikan BBM di Jateng yang berlangsung di gubernuran, Senin (12/3).
Hadir dalam pertemuan ini Kasubdit Pengolahan Migas Ditjen Pembinaan Usaha Hilir Kementerian ESDM M Hidayat, General Manager Fuel Retail Marketing Region IV PT Pertamina Jateng-DIY Rifki Effendi, Pemimpin Bank Indonesia Semarang Joni Swastanto, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi serta Ketua Organda Jateng Budi Anggoro.
Menurut Bibit, dari hasil evaluasi BI diperkirakan terjadi inflasi sekitar 0,2%-0,4% tetapi diperkirakan tidak terlalu lama berlangsung. Kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) juga bisa mengalami kenaikan, tetapi hal ini akan diantisipasi agar tidak membebani. Pemerintah pun juga terus mengawasi serta mengendalikan harga-harga agar tidak melambung di luar kewajaran.
PBI Semarang Joni Swastanto menyatakan, pemprov diminta mengoptimalkan pengawasan serta jalur distribusi BBM dan bahan pokok, termasuk juga upaya penimbunan BBM. Dengan kenaikan sekitar Rp 1.500/liter atau 33% maka sebenarnya kenaikannya tidak berbeda jauh dengan tahun 2005 dan 2008. ”Perkiraannya tumbuh 6%-6,5% kalau moderat sekitar 6,25% tetapi kemungkinan kontraksi kurang lebih 0,2%,” ujar Joni.
Rifki Effendi menambahkan, Pertamina Jateng-DIY mencatat pertumbuhan penjualan harian BBM mengalami peningkatan sekitar 7%. Volume penjualan harian premium cenderung mengalami tren peningkatan. ”Tolong diinformasikan jika ada konsentrasi massa atau titik keramaian yang bisa mengancam suplai BBM ke berbagai daerah. Kami mohon juga bantuan pengamanan di lokasi strategis seperti terminal elpiji Tanjung Emas ataupun kilang Cilacap,” papar Rifki.
(suaramerdeka)




